Senin, 07 Maret 2016

BIOENERGI UNTUK AWAM

KATA PENGANTAR
Materi ini dibuat dengan tujuab meluruskan kesalahpahaman masyarakat tentang bioenergi, dan juga untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan antara para praktisi bioenergi yang sebatas hobi dengan para terapis bioenergi profesional.
Kenyataan yang ada di lapangan, setidaknya sampai saat materi ini dibuat, adalah bahwa masyarakat sekarang memandang bioenergi dengan cara yang sama masyarakat 1000 tahun yang lalu memandang petir sebagai senjata dewa, dan masyarakat 3000 tahun yang lalu memandang benda-benda langit sebagai dewa; semuanya selalu dikaitkan dengan takhyul serta mistik. Diharapkan materi ini bisa memberikan pemahaman dasar yang rasional terhadap bioenergi sehingga mengurangi atau bahkan mengakhiri perdebatan ataupun perseteruan sebagai akibat dari perbedaan sudut pandang dari pihak-pihak yang merasa berkepentingan.

DAFTAR ISI
I.   Bio- (kehidupan)
II.  Energi
III. Bioenergi
IV. Nadi
V.  Cakra
VI. Kundalini

BIO- (KEHIDUPAN)
Bagi seorang awam, bila ditanyakan "yang termasuk makhluk hidup itu apa saja", maka akan dijawab "manusia, hewan, dan tumbuhan". Walaupun jawaban ini sesuai dengan penjelasan yang diberikan di pelajaran sekolah dasar, namun pemahaman seperti inilah yang selanjutnya menjadi dasar kekeliruan pemahaman tentang kehidupan.
Secara resmi, definisi "hidup" adalah kemampuan untuk bertumbuh, berubah, dan bereproduksi". Dengan menggunakan definisi ini, maka sebenarnya manusia, hewan, dan tumbuhan bukanlah satu makhluk hidup melainkan kumpulan dari banyak makhluk hidup, karena mayoritas sel yang ada ditubuh kita masing-masingnya memiliki "kemampuan untuk bertumbuh, berubah, dan bereproduksi". Kebenaran dari pengertian ini dapat dengan jelas terlihat pada kasus-kasu penyakit seperti tumor, kanker, autoimmune, dan sejenisnya, dimana yang terjadi adalah sekelompok sel melakukan pertumbuhan, perubahan, dan reproduksi secara independen dan bertentangan dengan sistem utama.
Bila "kesadaran" manusia dianggap sebagai bukti bahwa manusia adalah satu makhluk hidup, maka kondisi tersebut dapat dibandingkan dengan serangga-serangga yang hidup dengan sistem koloni, misalnya lebah. Seekor lebah tidak secara individu memiliki "kesadaran", melainkan satu koloni lebah memiliki satu kesadaran, sementara lebah individu bertindak berdasarkan "instruksi" dari kesadaran koloni; jadi jika dinilai dari sisi kesadaran, seekor lebah individu tidak lebih sadar dari satu sel dalam tubuh manusia, bahkan lebah secara individu tidak mampu bereproduksi, hanya ratu koloni yang mampu bereproduksi.
Jadi cakupan kehidupan yang sebenarnya tidaklah sesempit "manusia, hewan, dan tumbuhan", melainkan sangat luas; hanya saja jenis-jenis kehidupan memang berbeda-beda dan membutuhkan pikiran yang terbuka serta objektif untuk mengenalinya.

ENERGI
Bila seorang awam membaca kata "energi" maka yang terpikir biasanya adalah cahaya dan listrik, sementara seorang yang hobinya dibidang bioenergi akan berpikir tentang tenaga dalam, metafisika, dan sejenisnya; biasanya hanya seorang ahli fisika atau kimia yang berpikir tentang energi secara luas.
Sesungguhnya, "semua yang ada di alam semesta ini adalah energi". Gerakan adalah energi; panas adalah energi; angin adalah energi; pikiran adalah energi atom-atom pembentuk benda fisik adalah energi yang terikat pada suatu sistem yang stabil; bahkan ruang, yang tadinya dianggap sebagai kekosongan, kini telah dipahami sebagai terdiri dari "dark matter" dan "dark energy". Jadi segalanya adalah energi, yang membuatnya berbeda adalah perwujudan dan sifat-sifatnya. Gelombang magnet dan cahaya adalah sama-sama energi, tapi cahaya tidak bisa menarik menarik besi; demikian juga gravitasi dan bunyi adalah sama-sama energi, tetapi gravitasi hanya bisa dirasakan sedangkan bunyi bisa didengarkan.
Kebiasaan salah kaprah lain dari orang-orang yang hobi bioenergi adalah mengatakan bahwa mereka "menarik energi dari bintang" atau bahkan "menarik energi dari inti galaksi". Kenyataannya, bintang terdekat dari bumi adalah matahari kita yang dikenal dengan nama Sol, sedangkan inti galaksi Bimasakti adalah konsentrasi dari "dark matter" dan "dark energi" atau bahasa awamnya "ruang", jadi menarik energi dari bintang bisa disamakan dengan berjemur dibawah matahari, sedangkan menarik energi dari inti galaksi bisa disamakan dengan berada di suatu ruangan; dengan kata lain kedua hal tersebut adalah kegiatan sehari-hari yang diberikan istilah "heboh" sebagai akibat salah kaprah.

BIOENERGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar